1472120389076

Sosialisasi Terkait Azolla di RT 01/ RW 07

Minggu, 21 Agustus 2016 tepatnya di RT 01/ RW 07 diadakan sosialisasi mengenai manfaat dari salah satu tanaman paku air. Beberapa waktu yang lalu tanaman Azolla sempat menjadi sorotan bagi para peternak khususnya unggas. Hal ini disebabkan karena telah adanya berbagai penelitian mengenai manfaat yang dimiliki oleh tanaman paku ini, terutama nutrisi yang terkandung di dalamnya. Adanya potensi dari Azolla, membuat tim KKN UNSOED untuk menginformasikan kepada masyarakat khususnya Desa Sidareja, Kecamatan Sidareja untuk mengetahui seberapa berperankah Azolla di kalangan masyarakat sebagai pakan alternative yang dapat menekan biaya pakan bahkan sampai 50%.

Tanaman Azolla atau paku air merupakan tanaman yang biasa hidup di atas permukaan air. Azolla dapat ditemukan pada semua persawahan di Indonesia. Petani masih banyak yang menganggap tanaman Azolla sebagai gulma, oleh karena itu pembersihan Azolla dari lahan persawahan dan kolam merupakan salah satu pekerjaan rutin bagi petani. Azolla kemudian dibuang begitu saja, atau sebagian diantaranya kemudian digunakan sebagai pupuk hijau bagi tanaman pertanian. Tanaman Azolla memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu 28,12 % berat kering (Handajani, 2000), sedangkan Lumpckin dan Plucknet (1982) dalam Djojosuwito (2000) menyatakan kandungan protein pada Azolla sp sebesar 23,42% berat kering dengan komposisi asam amino essensial yang lengkap. Azolla yang digunakan sebagai suplementasi bahan pakan kaya akan nutrisi dan selain tinggi protein yaitu sekitar 25-35 %, juga kaya asam amino esensial, vitamin (vitamin A, vitamin B12 dan beta karoten) juga mineral (Ca, P, Fe, dan Mg).

1472120409887

Tanaman Azolla yang di tanam di kolam terpal

Azolla dapat di tanam dalam berbagai media seperti kolam terpal, bak plastic maupun kolam ikan. Bahan yang di perlukan untuk menanam Azolla yaitu tanah dan pupuk kandang yang sudah dikeringkan (mengalami proses penjemuran) apabila menggunakan media kolam terpal atau bak plastic. Tanah dan pupuk kandang yang dicampurkan tebalnya diatur sekitar 5 cm. Setelah itu, media di isi air dengan ketinggian sekitar 30-40 cm. Sebelum bibit Azolla di tanam/disebar, kolam dibiarkan selama 2 hari, setelah itu bibit baru bisa ditanam. Apabila menggunakan media berupa kolam ikan, sebelum bibit ditanam permukaan kolam dipasang jaring yang bertujuan agar Azolla yang telah tumbuh tidak habis dimakan ikan. Azolla memerlukan sinar matahari langsung untuk proses fotosintesis, tetapi tidak boleh terlalu panas terkena sinar matahari. Paparan panas yang terlalu menyengat dapat menyebabkan tanaman menjadi kering bahkan bisa sampai mati. Perawatan Azolla tidak terlalu menyulitkan, perkembangbiakanya juga sangat cepat sehingga memudahkan peternak untuk memanen bahkan ada yang sampai diperjual belikan.

Melati Afiat – KKN UNSOED 2016