catatn ringan banjir sidareja 2014

Banjir Sidareja sudah memasuki hari ke 7, air memang surut meski relatif lambat dan genangan berkurang, satu hal yang pasti banjir berhari-hari menghadirkan rasa sedih,pilu dan kecemasan kecuali air sudah surut total,baik air yg merendam rumah maupun pekarangan, gang-gang masuk dan jalan raya.

Secara kasat mata rendaman dan genangan air yang begitu masif dan meluas hingga berhari-hari mengirim pesan kepada kita sekaligus menjelaskan betapa Banjir telah melumpuhkan aktivitas sebagian warga masyarakat yang terkait dengan kegiatan eknomi di pasar-pasar trsdisional, pertokoan dan pusat perbelanjaan.

Di sisi yang lain Banjir juga memberi hikmah tersendiri bagi sebagian warga terkait aktivitas ekonomi-nya sebagai Tukang ojek, Abang Becak, Tukang Gerobak angkut Motor dan Tukang Perahu/Sampan.

foto gerobag

Di luar hikmah ekonomi, banjir juga memunculkan respon sosial yang layak kita apresiasi, hadir-nya banyak relawan bencana, individu-individu dan kelompok masyarakat yang peduli derita para korban banjir dengan ringan tangan menyisihkan pikiran,tenaga,barang barang berupa sembako dan bahkan uang untuk sekedar meringankan beban mereka. Meski itu tidak mampu untuk meringankan seluruh beban mereka, wajib hukumnya bagi kita untuk bersyukur atas nikmat-Nya, karena rasa bersyukur atas nikmat-Nya menjadi pintu masuk untuk datangnya nikmat-nikmat yang lain.

Terimakasih Para Relawan,Para warga yang peduli, Para donatur, Pamong Desa dan Pak Kades, yang telah bekerja keras tak kenal lelah dan waktu mendedikasikan doa,tenaga,pikiran,dan sebagian dari rejekinya untuk saudara saudara kita yang saat ini sedang terkena dampak langsung dari musibah banjir. Dan Percayalah Tuhan tidak pernah tidur dan akan selalu melihat dengan jelas perbuatan mulia kalian.
Sekian !

IMG_20141224_122329