BANJIR       Diklat Relawan Desa Tangguh Bencana (24/5),(28/5),(06/06),(12/06)dan (13/06/2014) selama 5 hari  yang bertempat di Balai Desa Sidareja dilanjutkan sosialisasi lapangan di SD Negeri 06,dilingkungan Rukun Warga 01 dan di Rukun Tetangga 01 Rukun Warga 04 Desa Sidareja Kecamatan Sidareja.Sebagai nara sumber dalam pelatihan tersebut Wahyu Sutopo(48) rekanan dari BPBD ( Badan Penanggulangan Bencana Daerah ) Kabupaten Cilacap.
Salah satu program yang dicanangkan olah Teguh Budi Suharton(44) Kepala Desa Sidareja Kecamatan Sidareja Kabupaten Cilacap supaya membentuk ” RELAWAN DESA TANGGUH BENCANA ” pada acara pelatihan kebencanaan .
Sehubungan dengan semakin seringnya mungkin hampir setiap tahun menjelang musim penghujan terjadi bencana banjir melanda desa Sidareja dan sekitarnya oleh karena itu kami sebagai pelayan masyarakat telah membentuk Relawan Desa Tangguh Bencana yang diberi nama FORUM PENGURANGAN RESIKO BENCANA yang tugasnya dan fungsinya untuk membantu sedikit meringankan beban warga masyarakat khususnya di desa Sidareja yang terkena bencana selanjutnya melaporkan dan bertanggungjawab kepada Kepala Desa Sidareja  , sebagai tindak lanjut mengantisipasi/mempersiapsiagakan sedini mungkin dalam kegiatan menghadapi segala hal yang berkaitan dengan kebencanaan baik bencana banjir/gempa bumi/angin topan ataupun yang lain.

BENCANA

Bencana adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan oleh faktor alam dan / faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya kerugian atau korban jiwa manusia , kerusakan lingkungan , kerugian harta benda dan dampak psikologis.
Kita tahu bahwa berbagai macam bencana antara lain :
1.BENCANA ALAM
– Gempa Bumi
– Stunami
– Gunung meletus
– Banjir
– Kekeringan
– Angin topan
– Tanah longsor
– dan lain-lain

2.BENCANA NON ALAM
– Gagal teknologi
– Gagal modernisasi
– Epidemi
– Wabah penyakit
– Kebakaran

3.BENCANA SOSIAL
– Tawuran
– Teror
– Huru hara

Apakah warga masyarakat diwilayah anda ( sudah selalu ) siap menghadapi ancaman bencana ?
Bagaimana apabila terjadi bencana disekitar kita ? itu pertanyaan yang sering muncul pada benak kita , apa yang harus dilakukan kita ?
Disaat aman :
Mencegah bencana , meningkatkan kesiapsiagaan
Komponen kesiapsiagaan dan pertanyaan yang sering muncul dari warga masyarakat :

* Apakah ditempat saya ini berbahaya/beresiko ? perlu informasi karakter ancaman yang benar tentang bencana. Seperti contoh kecil saja jangan membuang sampah disembarangan tempat atau disungai sehingga mengakibatkan saluran sungai lama kelamaan bisa tersumbat sehingga dapat mengakibatkan banjir , kejadian ini sering terjadi di Desa Sidareja manakala warga masyarakat kurang begitu peduli terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan desa nya.

* Dimana tempat yang aman ? peta / rencana evakuasi ?
* Kapan kita harus ” mengungsi ” ( evakuasi ) peringatan dini
* Siapa yang akan membantu ? Rencana tanggap darurat.

Paradigma Penanggulangan Bencana :
a.Korban adalah manusia yang aktip dengan berbagai kemampuan dan kapasitas.
b.Taksiran kebutuhan dilakukan dengan saksama dengan memperhatikan kapasitas yang ada
c.Sejak awal harus mempertimbangkan dampak jangka panjang dari bantuan luar dan perlu        menghormati gagasan dan kapasitas yang ada pada masyarakat setempat.
d.Walaupun kita memberikan benda-benda fisik dan material yang dibutuhkan, kita harus mendukung kapasitas dan sisi sosial /kelembagaan serta sisi sikap/motivasi.

Apakah masih takut menghadapi bencana ? Mengapa ?
UNSUR-UNSUR BENCANA :
# Resiko Bencana
Kerugian – kerugian yang mungkin timbul,dalam bentuk hilangnya nyawa,status kesehatan,penghidupan,aset,dan pelayanan yang dapat timbul pada sebuah komunitas atau sebuah masyarakat tertentu pada suatu periode waktu masa depan yang khusus.
# Ancaman/Bahaya
Suatu fenomena ,substansi,kegiatan manusia atau kondisi yang berbahaya yang mungkin mengakibatkan hilangnya nyawa,luka-luka ataupun dampak-dampak kesehatan lainnya, kerusakan harta benda,hilangnya perlindungan dan pelayanan,gangguan sosial dan ekonomis,ataupun kerusakan lingkungan.
# Kerentanan
Ciri-ciri dan keadaan-keadaan sebuah komunitas,sistem atau aset yang membuatnya dapat diduga akan terkena efek-efek kerusakan akibat terkena sebuah bencana.
# Kapasitas/Kemampuan
Kombinasi/perpaduan dari seluruh kekuatan,peralatan/kekayaan dan sumber daya yang tersedia didalam sebuah komunitas, masyarakat atau organisasi yang dapat dimanfaatkan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah disepakati.

Siapa yang bertanggung jawab ?
Pemerintah
-Aturan
-Penganggaran
Masyarakat
-Tanggap dan tangguh
Swasta / Dunia Usaha
-Penguatan

Penanggulangan Bencana ( Disaster Management )

Komponen program / kegiatan Penanggulangan Bencana :
1.Pencegahan(Prevention)
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan Resiko Bencana , baik melalui pengurangan ancaman bencana maupun kerentanan pihak yang terancam bencana.
misalnya : – Melarang pembakaran hutan dalam perladangan.
– Melarangan penambangan batu di daerah yang curam.
Tindakan yang dilakukan dalam Pencegahan Penanggulangan Bencana :
Membuat Peta Daerah Bencana , mengadakan dan mengaktifkan isyarat tanda-tanda bahaya , menyusun rencana umum tata ruang,menyusun Perda mengenai syarat keamanan , bangunan ,pengendalian limbah dsb,mengadakan peralatan / perlengkapan,membuat prosedur tetap , petunjuk pelaksanaan , petunjuk Teknis penanggulangan bencana, perbaikan kerusakan lingkungan.
2.Mitigasi(Mitigation)
Serangkaian upaya untuk mengurangi resiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Ada dua bentuk Mitigasi yaitu :
– Mitigasi struktural ( membuat chekdam,bendungan,tanggul sungai dll )
– Mitigasi non struktural ( peraturan , tata ruang ,pelatihan ) termasuk spiritual.
Menegakan peraturan – peraturan yang telah ditetapkan ,memasang tanda-tanda / larangan bahaya ,membangun pos-pos pengamanan,pengawasan/pengintaian, membangun sarana pengaman bahaya dan memperbaiki sarana kritis (tanggul,dam,sudetan dll ) dan melaksanakan pelatihan kebencanaan.
3.Kesiapsiagaan ( Preparedness )
Serangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengantisipasi bencana melalui pengorganisasian serta melalui langkah yang tepat guna dan berdaya guna.
Misalnya : – Penyiapan sarana komunikasi/pos komando
– Penyiapan lokasi evakuasi
– Rencana kontinjensi
– Sosialisasi Peraturan / pedoman Penanggulangan Bencana
4.Peringatan Dini ( Early Warning )
Serangkaian kegiatan pemberian peringatan sesegera mungkin kepada masyarakat tentang kemungkinan terjadinya bencana pada suatu tempat oleh lembaga yang berwenang.
Pemberian peringatan dini harus :
– Menjangkau masyarakat
– Segera
– Tegas tidak membingungkan
– Bersifat resmi
5.Tanggap Darurat ( Emergency response )
Serangkaian kegiatan yang dilakukan dengan segera pada saat kejadian bencana untuk menangani dampak buruk yang ditimbulkan , meliputi kegiatan ,penyelamatan dan evakuasi korban,harta benda,pemenuhan kebutuhan dasar,perlindungan , pengurusan pengungsi, penyelamatan serta pemulihan sarana dan prasarana.
6.Bantuan Darurat ( Relief )
Kebutuhan dasar meliputi :
– Pangan/makanan
– Sandang/pakaian
– papan/tempat tinggal sementara
– Kesehatan, sanitase dan air bersih.
7.Pemulihan ( Recovery )
Serangkaian kegiatan untuk mengembalikan kondisi masyarakat dan lingkungan hidup yang terkena bencana dengan memfungsikan kembali kelembagaan prasarana dan sarana dengan melakukan upaya rehabilitasi.
Pemulihan meliputi :
– Pemulihan fisik
– Pemulihan non fisik

8.Rehabilitasi ( Rehabilitation )
Perbaikan dan pemulihan semua aspek pelayanan publik atau masyarakat sampai tingkat yang memadai pada wilayah pasca bencana dengan sasaran utama untuk normalisasi atau berjalannya secara fajar semua aspek pemerintahan dan kehidupan masyarakat. Upaya untuk membantu masyarakat memperbaiki rumah , Fasilitas Umum dan Sosial dan menghidupkan roda
Perekonomian.

9.Rekonstruksi ( Reconstruction )

Pembangunan kembali semua prasarana dan sarana , kelembagaan pada wilayah pasca bencan, baik pada tingkat pemerintahan maupun masyarakat dengan sasaran utama tumbuh dan berkembangnya kegiatan perkonomian, sosial , budaya ,tegaknya hukum dan ketertiban,dan bangkitnya peran serta masyarakat dalam segala aspek kehidupan bermasyarakat.

Apa yang harus dilakukan untuk membuat Program Kegiatan Penanggulangan Bencana ?

Pada intinya Desa Sidareja sudah ada wadah untuk anggota Tim Relawan Desa Tangguh Bencana yang diberi nama “FORUM PENGURANGAN RESIKO BENCANA “,dengan susunan pengurus sebagai berikut :

Koordinator                       : 1.Suparmin (Perangkat Desa)
2.Suryana (Tokoh masyarakat )
Sekretaris                          : 1.Kustiamah ( Guru )
2.Yuwono Budi Sasongko
Bendahara                        : 1.Rani Heriyani ( Guru )
Seksi-seksi
seksi Opsional                  : 1.Darsono ( Perangkat Desa
2.Sri Retno Tri Mulyono ( PNS )
seksi Informasi Edukasi    : 1.Baskoro BW ( Perangkat Desa )
2.Imam Handoko ( Guru )
3.Ir.Suatmaji ( BPD )
Sei Logistik/perlngkpan     : 1.Nimang Rosidin ( BPD )
2.M.Dalail ( Perangkat Desa )

Anggota                             : 1.Rojimin ( Ketua Rt )
2.Dini Atmono ( Ketua Rt )
3.Misman ( Perangkat Desa )
4.Sudiono ( Ketua Karang Taruna )
5.Indah Lestari ( Guru )
6.Kusdio ( Tokoh masyarakat )
7.Turyono ( BPD )
8.Matsyaeni ( Ketua Rt )
9.Iran M.Solihin ( Tokoh masyarakat )
10.M.Mufroil ( Perangkat Desa )
11.Bambang Eko Wiyono ( Babinkamtibmas )
12.Samirin ( babinsa )