Kata “partisipasi” dan “partisipatoris” merupakan dua kata yang sangat sering digunakan dalam pembangunan. Keduanya memiliki banyak makna yang berbeda. Pelbagai kajian, dokumen proyek/program, dan buku panduan menunjukkan tafsiran yang sangat beragam mengenai arti kata partisipasi :

PARTISIPASI adalah kontribusi sukarela dari masyarakat kepada proyek/program tanpa ikut serta dalam pengambilan keputusan.

PARTISIPASI adalah ‘pemekaan’ (membuat peka) pihak masyarakat untuk meningkatkan kemauan menerima dan kemampuan untuk menanggapi proyek/program-program pembangunan.

PARTISIPASI adalah suatu proses yang aktif, yang mengandung arti bahwa orang atau kelompok yang terkait, mengambil inisiatif dan menggunakan kebebasannya untuk melakukan hal itu.

PARTISIPASI adalah pemantapan dialog antara masyarakat setempat dengan para staf yang melakukan persiapan, pelaksanaan, monitoring proyek/program, agar supaya memperoleh informasi mengenai konteks lokal, dan dampak-dampak sosial.

PARTISIPASI adalah keterlibatan sukarela oleh masyarakat dalam perubahan yang ditentukannya sendiri.

PARTISIPASI adalah keterlibatan masyarakat dalam pembangunan diri, kehidupan, dan lingkungan mereka.

Pembangunan yang partisipatoris merupakan suatu bidang yang relatif baru. Oleh karena itu tafsiran yang berbeda tentu akan muncul pula. Untuk sementara ini belum ada definisi yang dapat di terima secara global. (FAO 1989 dalam “METODA PENELITIAN PARTISIPATORIS DAN UPAYA-UPAYA PEMBERDAYAAN” oleh Britha Mikkelsen)