Foto0147Foto0149_001

Sungai Cibeureum kini mengalami pendangkalan hal ini terjadi karena banyak faktor di antaranya, banyak masyarakat Sidareja atau luar Sidareja yang membuang sampah kesungai, banyak lumpur, ranting bambu, pohon pisang yang bila hujan terbawa dari hulu sungai terutama dari pegunungan, banyaknya rumput/eceng gondok agrasi/longsornya tepian sungai sehingga sungai menyempi dan dangkal.

Ketinggian air sungai kini rata-rata 0,5 – 1 meter saja, hal ini akan berdampak buruk apabila musin hujan turun tidak menutup kemungkinan desa yang dilewati sungai cibeurem umumnya terkena banjir karena kurang lancarnya aliran sungai khususnya desa Sidareja, Gunungreja, Sidamulya, Saudagaran, Tinggarjaya, Tegalsari Kecamatann Sidareja

Sungai Cibeurem terkahir kali dinormalisasi pada tahun 2009 itu pun hanya dilebarkan tengah sungai sedimen/lumpurnya tidak serta merta ikut di keruk, sehingga pendangkalan cepat terjadi karena banyak yang tersangkut ditengah seperti bambu, pohon pisang, eceng gondok, rumput, sehingga aliran sungai tidak lancar dan imbasnya air sungai meluap ke pumikaman warga.

“Dulu sekitar tahun 1970 Kapal sedang dapat masuk ke sungai cibeurem hingga jembatan Sidareja yang menghubungkan Kec. Sidareja dan Kec. Kedungreja, pada tahun1980 kapal besar sedang sudah tidak masuk tinggal perahu comreng saja yang masih hilir mudik, tahun 1990 an hingga sekarang perahu comreng sudah tidak ber aktifitas lagi” tutur Achmad Bajuri (54) Sekdes Desa Sidareja.

“Harapan kami sungai Sungai Cibeureum segera dinormalisasi kembali, Sehingga dapat di pergunakan sebagai sarana dan prasarana  transportasi air, untuk mengurangi dampak banjir yang setiap tahun melanda Kecamatan Sidareja “ imbuh Teguh Budi Suhartono (44) Kepala Desa Sidareja.